Office
Jln. Raya Mengwi Bedugul Km 8 Sembung Mengwi Badung Bali - Indonesia
Contact Call: +62 8123977705 | +62 81999036123

Phone Office : 081999036130
E-Mail : info@tourbalimurah.com
Web : www.tourbalimurah.com
Whatsarp | Line | SMS : +62 8123977705

Halaman Depan
Hubungi Kami
Tour Di Bali
Links Partners
Tour Bali Murah Versi Malay

Mr. Ketut Maryana
bali tour
 
Bali Information
Peta Bali
Airport Taxi Service
Bali Bus Rental
Bali Car Rental

Wisata Lain di Bali
Jadwal Tarian di Ubud
Tempat Wisata di Bali
Tari Kecak di Bali
Tiket Tempat Wisata di Bali
Photo Pakaian Adat Bali
Bali Orchid Spa

Wisata Kluarga
Bali Zoo Park
Bali Bird Park
Bali Elepahnt Ride
Bali Camel Safari
Bali Safari Marine Park

Bali Sea Cruise
Bali Hai Cruises
Bounty Cruises
Quicksilver Cruises
Island Explorer Cruises
Bounty Sunset Dinner Cruise
Bali Hai Sunset Dinner Cruise

Paket Tour + Hotel
Lembongan 2 Hari 1 Malam
Dolphin 2 Hari 1 Malam
Wisata 3 Hari 2 Malam
Wisata 4 Hari 3 Malam
Wisata 5 Hari 4 Malam
Wisata 3 H 2 M Kombinasi New
Wisata 4 H 3 M Kombinasi New
Wisata 5 H 4 M Kombinasi New

Paket Bulan Madu
2 Hari 1 Malam
3 Hari 2 Malam
4 Hari 3 Malam
5 Hari 4 Malam
6 hari 5 Malam

Paket Tour Only
Tour Only 2 Hari New
Tour Only 3 Hari
Tour Only 4 Hari
Tour Only 5 Hari
Tour Only 6 Hari

Bali Full Day Tour
Bedugul dan Tanah Lot Tour
Kintamani dan Barong Dance
Besakih Tour
GWK dan Uluwatu Tour
Dolphin and Lovina Beach
Gitgit dan Lovina Beach
Spa Treatment + Tanah Lot
Rafting + Tanah Lot
Tanjung Benoa + dinner Cruise

Bali Half Day Tour
Half Day Tanah Lot Tour
Half Day Ubud Tour
Half Day Denpasar City
Half Day Kecak Dance
Half Day Uluwatu Tour
Spa + Dinner Cruise

Bali Watersport
Bali Sea Walker
Bali Ayung Rafting
Telaga Waja Rafting
Bali Odyssey Submarine
Bali Canyon Tubing New
Tajung Benoa Water Sport
Bali Diving Tour
Bali Marine Walk
Wisata Pulau Penyu
Bali Green Park New

Bali Adventure
Bali Quad Adventure
Bali Naturland Adventure
Bali Paddy Venture
Bali See Adventure
Bali ATV Ride
Bali Cycling

Bali Outing
Bali Team Building
Bali Treetop
Team Building + Treetop
Watersport + Team Building
Rafting Rifer Fun Games
 

Pura Besakih di Karangasem

Pura Besakih merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tempat wisata lainnya. Pura Besakih menjadi terkenal karena kompleks candi yang didirikan disana, sehingga dikenal sebagai Pura Utama di Bali. Besakih yang menawarkan atmosfir religius dibangun berdasarkan pada empat arah.  

Pura Besakih, merupakan Pura yang terbesar di Bali. Terletak di kabupaten Karangasem. Dari Pura ini tampak keindahan paorama alam bali, karena Pura ini terletak di kaki Gunung Agung yang merupakan Gunung yang tertinggi di Bali.
Cerita kuno menyebutkan bahwa Pura Besakih dibangun oleh Rsi Markandya dan pengikutnya sekitar abad ke-11. Pada waktu itu, Rsi Markandya ingin pergi ke Gunung Agung untuk membangun peristirahatan. Namun, proses pembangunannya bermasalah karena meninggalnya para pengikutnya akibat suatu penyakit. Untuk menyelamatkan para pengikutnya maka Rsi Markandya membuat sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan sebagai penyelamat. Tempat pemujaan tersebut disebut "Sanggar Basuki".

pura besakih di karangasem

Inilah asal mulanya ada Besakih, sebelum ada apa-apa di Pura ini, hanya terdapat kayu-kayuan serta hutan belantara di tempat itu, demikian pula sebelum ada Segara Rupek (Selat Bali). Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut. Pulau itu panjang dan bernama Pulau Dawa. Di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (sekarang dikenal dengan nama Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.
Beliau berasal dan Hindustan (India), oleh para pengiring-pengiringnya disebut Batara Giri Rawang karena kesucian rohani, kecakapan dan kebijaksanaannya (sakti sidhi ngucap). Pada mulanya Sang Yogi Markandeya bertapa di gunung Demulung, kemudian pindah ke gunung Hyang (konon gunung Hyang itu adalah DIYENG di Jawa Tengah yang berasal dan kata DI HYANG). Sekian lamanya beliau bertapa di sana, mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di pulau Dawa setelah selesai, agar tanah itu dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.
Sang Yogi Markandeya melaksanakan titah itu dan segera berangkat ke arah timur bersama para pengiring-pengiringnya kurang lebih sejumlah 8000 orang. Setelah tiba di tempat yang dituju Sang Yogi Markandeya menyuruh semua para pengiringnya bekerja merabas hutan belantara, dilaksanakan sebagai mana mestinya.

pura tri murti di besakih
pura besakih di karangasem

Saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji). Kemudian perabasan hutan dihentikan dan Sang Yogi Markandeya kembali lagi ke tempat pertapaannya semula (Konon ke gunung Raung di Jawa Timur. Selama beberapa waktu Sang Yogi Markandeya tinggal di gunung Raung.

Pada suatu hari yang dipandang baik (Dewasa Ayu) beliau kembali ingin melanjutkan perabasan hutan itu untuk pembukaan daerah baru, disertai oleh para resi dan pertapa yang akan diajak bersama-sama memohon wara nugraha kehadapan Hyang Widhi Wasa bagi keberhasilan pekerjaan ini. Kali ini para pengiringnya berjumlah 4000 orang yang berasal dan Desa Age (penduduk di kaki gunung Raung) dengan membawa alat-alat pertanian selengkapnya termasuk bibit-bibit yang akan ditanam di hutan yang akan dirabas itu. Setelah tiba di tempat yang dituju, Sang Yogi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut, menebang pohon-pohonan dan lain-lainnya mulai dan selatan ke utara. Karena dipandang sudah cukup banyak hutan yang dirabas, maka berkat asung wara nugraha Hyang Widhi Wasa, Sang Yogi Markandeya memerintahkan agar perabasan hutan, itu dihentikan dan beliau mulai mengadakan pembagian-pembagian tanah untuk para pengikut-pengikutnya masing-masing dijadikan sawah, tegal dan perumahan.

Di tempat di mana dimulai perabasan hutan itu Sang Yogi Markandeya menanam kendi (payuk) berisi air, juga Pancadatu yaitu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten / sesajen) selengkapnya diperciki tirta Pangentas (air suci). Tempat di mana sarana-sarana itu ditanam diberi nama BASUKI. Sejak saat itu para pengikut Sang Yogi Markandeya yang datang pada waktu-waktu berikutnya serta merabas hutan untuk pembukaan wilayah baru, tidak lagi ditimpa bencana sebagai mana yang pernah dialami dahulu. Demikianlah sedikit kutipan dari lontar Markandeya Purana tentang asal mula adanya desa dan pura Besakih yang seperti disebutkan terdahulu bernama Basuki dan dalam perkembangannya kemudian sampai hari ini bernama Besakih.

Wisatawan domestik dan asing yang ingin memasuki areal pura dikenakan tiket masuk Rp 15.000 untuk Domestik ataupun Wisatawan Asing. Wisatawan yang datang ke tempat ini juga bisa menyaksikan keindahan dan kemegahan Pura Besakih yang di kenal dengan Pura Ibu atau Mother Temple.

     
 Copyright By Tourbalimurah | Paket Wisata Ke Bali 2010 all right reserved  Jl. Raya Bedugul, Sembung, Mengwi, Badung, Bali. 
 info@tourbalimurah.com  Fax: (0361) 829056, Tlp: +62 81999036123, Hp: +62 81 23977705 | +62 81999036130