Pura Goa Gajah di Bedulu

Goa Gajah merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di bumi nusantara. Goa Gajah lebih tepat disebut pura, namun karena berbentuk goa, maka dinamai Goa Gajah. Nama ini sesungguhnya berasal dari kata Lwa Gajah, sebuah kata yang muncul pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M dan dibangun pada abad ke-11. Situs ini sempat tertimbun dengan tanah, sebelum ditemukan sekitar tahun 1923.

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, sekitar 26 kilometer dari kota Denpasar. Kawasan ini sangat mudah dicapai karena berada pada jalur wisata Denpasar – Tampaksiring – Danau Batur – Kintamani.

Pura ini dikelilingi oleh persawahan dengan keindahan ngarai sungai Petanu. Di sekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca, Arjuna Metapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain. Namun hingga kini Pura Goa Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti.

Piodalan di Pura Goa Gajah jatuh setiap Purnama sasih Kapat di penanggalan Bali dan kira kira antara pertengahan bulan September sampai bulan Oktober. Pura Goa Gajah di sungsung oleh masyarakat Bedulu – Kec. Blahbatuh, Gianyar.

Pura Goa Gajah yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah kerajaan hindu sampai saat ini masih terus di jaga dan di rawat kelestariannya serta kesuciannya dengan mengadakan upacara pecaruan setiap kali dilaksanakan upacara Piodalan. Dalam pelaksanaan prosesi Piodalan di Pura Goa Gajah, biasanya selalu di iringi dengan tari–tarian dan Tetabuahan gabelan traditional Bali. Upacara Piodalan ini merupakan suatu daya tarik yang unik bagi para wisatawan.

Jaman dulu, Bedulu merupakan sebuah kerajaan kuat yang merupakan bagian dari Pejeng. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu menentang invasi kerajaan Majapahit pada tahun 1343. Sesudah invasi ini, tatanan agama Hindu mengalami kemajuan dan diiringi dengan sistim cocok tanam yang baru (th.1515).

Sebelum Majapahit mengadakan invasi, raja Sri Aji Asura Bumibanten merupakan raja Bedulu yang sakti mandraguna dan mempunyai daya supranatural tinggi. Beliau mempunyai kesaktian unik, yaitu memotong leher hingga putus dan mampu menyambungnya kembali tanpa bekas luka.

Pada suatu hari, ketika beliau menunjukkan kesaktian ini, terjadilah petaka. Kepala Sang Prabu yang lepas dari badannya jatuh ke dalam sungai dan hanyut. Para pembantunya panik dan mengganti kepala Sang Prabu dengan kepala?BABI HUTAN!! Akibatnya beliau malu dan melarang siapapun untuk melihatnya.

Akhirnya seorang anak mengetahui rahasia ini dan sejak saat itu rakyatnya menjuluki beliau’Dalem Bedul’ yang berarti “beliau yang telah berganti kepala”. Ada pendapat lain bahwa Bedulu berasal dari kata’bedaul’ yang berarti “ke hulu”.

Wisatawan domestik dan asing yang ingin memasuki areal pura dikenakan tiket masuk tertentu untuk Domestik maupun Wisatawan Asing. Wisatawan yang datang ke tempat ini juga bisa menyaksikan keindahan Pura dan Goanya.

JANGAN RAGU kontak kami via WA/SMS +62 81-2397-7705 atau via formulir online.
Scroll to Top