Pereli senior Ricardo Gelael

KOMPAS.com – Pereli senior Ricardo Gelael mengutarakan kebahagiaannya bisa kembali memegang kendali sebuah mobil reli di lintasan gravel ajang kompetitif. Ricardo Gelael melakoni comeback di ajang reli kompetitif dengan menjajal mobil Citroen C3 R5 spek WRC-2 pada pagelaran Danau Toba Rally 2021, Sabtu dan Minggu 11-12 Desember 2021.
Pebalap yang turun dengan panji Tim Jagonya Ayam tersebut akan berkompetisi di event Kejurnas Reli 2021 ini bersama anaknya, Sean. Juara reli nasional 2006 tersebut akan turun secara kompetitif pada Seri 1 balapan tersebut pada hari Sabtu sementara pengemudi asal Portugal, Nuno Pinto, bakal membalap menggantikannya pada keesokan hari.

Selama dua hari sebelumnya, Ricardo yang turun dengan panji Tim Jagonya Ayam menjajal lintasan di sirkuit sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, tersebut. Kembali memegang kemudi sebuah mobil reli di lintasan gravel untuk kali pertama sejak 2009, Ricardo mengaku melepas rindu.

“Kangen, rasanya enak (di balik kemudi) dan mendengar suara mesin,” tuturnya kepada Kompas.com di service area Tim Jagonya Ayam. Ricardo akan membalap dengan salah satu kendaraan terbaik di lintasan Danau Toba Rally nanti.
Mobil setir kiri ini sama dengan yang dipakai oleh anaknya, Sean, saat mengikuti reli Danau Toba pada 2019. Dikutip dari Kompas Otomotif, Citroen C3 R5 merupakan mobil reli yang dibangun Citroen World Rally Team.

Mobil ini didasarkan pada Citroen C3 dan dibuat khusus berdasarkan peraturan R5. Citroen C3 R5 dibekali dengan spesifikasi yang dibangun khusus untuk reli: mesin 1.600cc turbo, 4 silinder, 16-valve, dengan ECU Magneti Marelli. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 285HP pada 5.000 rpm dan torsi 420 Nm pada 4.000 rpm.
Tenaga dari mesin disalurkan ke penggerak roda melalui transmisi manual 5 percepatan sequintial. Sebelum ini, Ricardo telah mengutarakan keputusan memilih mobil Citroen adalah dukungan pabrikan yang diberikan langsung kepadanya.

Benar saja, service area Tim Jagonya Ayam bersliweran dengan para mekanik asal Perancis serta engineer-engineer dan co-driver asal Portugal yang disediakan hasil kerjasama mereka dengan Citroen, termasuk Hugo Magalhaes Ismael, navigator Sean di ajang nanti.
Ricardo sendiri berduet dengan navigator senior Anthony Sarwono untuk balapan nanti. Sang co-driver mengutarakan lintasan akan menghadirkan tantangan tersendiri.

“Lintasan sekarang sedikit licin, berbeda sekali dengan terakhir saya di sini,” tutur Anthony. “Namun, belum tahu esok hari.” Kendati demikian, Ricardo tetap memuji handling dan responsivitas rem mobil serta mencatatkan waktu terbaik ketiga dari semua peserta lain dengan catatan 1 menit 53,3 detik. Ricardo sendiri mengaku tidak memakai kekuatan penuh mobil tersebut seperti halnya sang anak. “Saya memakai Stage Mode 3, tidak 5 seperti Sean,” lanjutnya. Sean sendiri membuat catatan terbaik 1 menit dan 43 detik di lintasan saat shakedown.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top