Jelajahi Desa Wisata Candirejo Magelang

Desa Wisata Candirejo merupakan salah satu kawasan desa wisata di Kabupaten Magelang yang terkenal akan keindahan alam pedesaannya yang masih asri. Berjarak kurang lebih tiga kilometer dari arah tenggara Candi Borobudur, destinasi ini berlokasi di jalan Candi Rejo Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Saat berlibur ke sana wisatawan akan disuguhi pemandangan sawah yang hijau, suasana asrinya desa, segarnya aliran sungai, udara sejuk, dan perbukitan Menoreh yang memukau. Destinasi wisata ini cocok dikunjungi untuk melepas penat di akhir pekan. Jika ingin berlibur ke wisata Magelang ini, simak dulu itenerary satu hari jelajahi Desa Wisata Candirejo

Di Desa Wisata Candirejo, para pengunjung bisa belajar masak makanan tradisional Jawa. Biasanya, warga desa setempat dengan senang hati mengajarkan cara memasak makanan tradisional itu dengan cara tradisional.

Makanan tradisional yang akan dibuat antara lain, gudeg yang terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, lalu dipadu dengan telur, ayam, dan kerupuk kulit sapi. Ada juga sega pecel yang terbuat dari bermacam-macam sayuran dengan siraman kuah kacang kental sebagai bumbu utama.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa membuat sate kikil yang terbuat dari kulit sapi, lumpia, tahu gimbal, dan babat gongso. Jika sudah selesai memasak, pemilik rumah bersama pemandu lokal dan para wisatawan bisa menyantap makanan tradisional yang sudah dimasak tersebut.

Setelah selesai menyantap makan siang di homestay atau rumah warga sekitar, wisatawan akan dibawa oleh pemandu lokal untuk belajar bermain alat musik tradisional Jawa yaitu, gamelan.

Tempat belajarnya masih dalam satu kawasan Desa Wisata Candirejo. Perjalanan akan naik dokar atau andong. Sesampainya di sanggar musik, para wisatawan akan diajari bagaimana cara memainkan alat musik gamelan dengan benar. Adapun, yang mengajari mereka merupakan anggota dari komunitas lokal Desa Wisata Candirejo.

Setelah puas belajar bermain alat musik gamelan, pemandu akan membawa wisatawan untuk pulang dan beristirahat di homestay. Homestay di Desa Wisata Candirejo ada empat. Ada homestay yang memang sudah ada sejak awal desa wisata dirintis. Di homestay ini, kamu akan tinggal bersama pemilik rumah.

Harganya berkisar antara Rp 200.000-Rp 250.000. Dengan harga tersebut, kamu baru mendapatkan fasilitas berupa kamar, dan kamar mandi yang digunakan bersamaan dengan pemilik rumah. Urusan makan tidak perlu khawatir. Pemilik rumah juga akan menyuguhkan sarapan dan makam malam bersama.

Kalau kamu ingin penginapan dengan fasilitas yang lebih lengkap, bisa ambil tempat menginap di balkondes. Penginapan ini merupakan program dari CSR BUMN. Lokasinya ada di Dusun Sangen, di Desa Wisata Candirejo. Harganya Rp 500.000. Fasilitas dari CSR sudah meliputi pendingin ruangan, kamar mandi dalam, toilet, televisi, dan teras untuk tempat bersantai.

Saat pagi buta, para wisatawan bisa merasakan sensasi perjalanan offroad naik mobil jip ke kawasan Bukit Menoreh. Sesampainya di sana kamu bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah.

Selesai menyaksikan momen sunrise kamu bisa berswafoto di salah satu ikon yang ada di kawasan tersebut yakni, Watu Kendil. Watu Kendil merupakan sebuah batu besar berbentuk persegi dengan tinggi sekitar tujuh meter. Letaknya ada di bibir jurang perbukitan Menoreh atau sekitar dua meter dari kantor kepala Desa Wisata Candirejo.

Setelah berswafoto, pemandu akan mengajak para wisatawan untuk berhenti sejenak di Gardu pandang atau gazebo untuk berganti kendaraan dengan sepeda atau dokar.

Desa Wisata Candirejo masih mempertahankan keasrian alam pedesaannya. Pengunjung dapat menjelajah naik andong atau bersepeda. Perjalanan bisa dilakukan satu sampai dua jam.

Waktu menjelajahi desa, pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru tentang aktivitas warga lokal sehari-hari.

Mulai dari menyaksikan kesenian, budaya memasak, adat istiadat, sistem pertanian, mengunjungi industri rumah tangga dan melihat kerajinan tangan yang dibuat warga sekitar, hingga menyusuri titik pertemuan tiga sungai di sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top